BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (KUKMP) kembali memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM dengan menghadirkan produk lokal ke jaringan ritel modern.
Pada tahap kedua program kurasi, sejumlah produk unggulan kini mulai dipasarkan di gerai Indomaret yang tersebar di wilayah kota.
Langkah ini menjadi kelanjutan dari tahap sebelumnya yang telah lebih dulu mengantarkan empat produk UMKM masuk ke pasar modern.
Pada tahap lanjutan ini, jumlah produk yang lolos seleksi bertambah sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil.
Beberapa produk yang berhasil melewati proses kurasi di antaranya Jamur Reginda, Kremes Ubi, Semprong 999, dan camilan Akar Kelapa.
Produk-produk tersebut dinilai telah memenuhi standar dari sisi kualitas, kemasan, hingga kelayakan edar di ritel modern.
Seluruh produk tersebut kini telah didistribusikan ke sedikitnya 15 gerai Indomaret di Kota Banjar.
Baca Juga :Gemar Makan Ikan Digencarkan di Banjar, Herry Dermawan Ajak Warga Perangi Stunting Lewat Gizi Seimbang
Kehadiran produk UMKM di jaringan ritel ini diharapkan mampu meningkatkan daya jangkau pasar sekaligus mendongkrak penjualan.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKMP Kota Banjar, Rianti Savitri, menjelaskan bahwa proses kurasi menjadi tahapan krusial sebelum produk dapat dipasarkan secara luas.
Penilaian dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kesiapan produk bersaing di pasar modern.
“Kurasi kami lakukan secara ketat, mulai dari kualitas produk, kemasan, hingga kelengkapan legalitas. Ini penting agar produk UMKM mampu bersaing dan diterima konsumen,” jelasnya.
Menurutnya, program ini bukan sekadar membuka jalur distribusi, tetapi juga mendorong pelaku UMKM agar terus berinovasi dan meningkatkan mutu produknya.
“Ini menjadi pemicu bagi pelaku usaha lainnya untuk terus berkembang dan memperbaiki kualitas produk agar bisa masuk ke pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Ke depan, Dinas KUKMP berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan.
“Sehingga semakin banyak produk UMKM Banjar yang mampu menembus pasar ritel modern dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Rianti.(Hermanto/PasundanNews.com)



















































