BERITA OLAHRAGA, PASUNDANNEWS.COM – Derby Jawa Timur kembali hadir di pekan kedua BRI Super League 2025/2026.
Persik Kediri akan berhadapan dengan Madura United di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Sabtu (16/8/2025), lantaran Stadion Brawijaya masih direnovasi sekaligus digunakan untuk rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Meski bermain di luar markas, tensi panas rivalitas kedua tim tetap membara. Sejak Madura United lahir dari transformasi Persipasi Bandung Raya pada 2016, duel ini selalu sengit.
Dalam sembilan pertemuan terakhir, keduanya sama-sama mengantongi empat kemenangan dan sekali imbang. Persik unggul tipis dalam produktivitas gol: 14 berbanding 12.
Baca Juga : Taktik Brilian Tottenham Buyar di Menit Akhir, PSG Angkat Trofi Piala Super Eropa
Arthur Irawan: Dari Eropa ke Kursi Pemilik
Arthur Irawan, lahir di Surabaya pada 3 Maret 1993, merupakan sosok milenial yang membuktikan totalitas dalam sepak bola.
Pernah merasakan atmosfer La Liga bersama Espanyol B, ia kemudian berkarier di sejumlah klub Indonesia seperti Persebaya, Persija, Badak Lampung FC, dan PSS Sleman.
Pada 2021, Arthur mengambil langkah berani: membeli saham mayoritas Persik Kediri.
Dua tahun kemudian, di usia 30, ia memutuskan pensiun sebagai pemain dan fokus mengelola klub. Misinya jelas: membangun Persik secara berkelanjutan lewat pembinaan pemain muda, bukan sekadar mengejar hasil instan.
“Persik bukan hanya klub, tapi juga kebanggaan dan harga diri. Saya ingin mengembalikan kejayaan seperti era juara 2003 dan 2006,” ujarnya.
Achsanul Qosasi: Loyalitas Tanpa Batas
Kisah kepemilikan Madura United tak kalah menarik. Achsanul Qosasi, tokoh publik kelahiran Sumenep, resmi mengakuisisi lisensi klub dari Persipasi Bandung Raya pada 10 Januari 2016—tepat di ulang tahunnya yang ke-50.
Di bawah kepemimpinannya, Madura United mencapai pencapaian tertinggi musim 2023/2024 dengan menembus empat besar Liga 1 untuk pertama kalinya.
Namun, musim itu juga diwarnai cobaan berat ketika AQ terjerat kasus hukum dan sejumlah pemain pilar hengkang. Kendali klub pun sempat ia serahkan kepada putrinya, Annisa Zhafarina Qosasi.
Kini, setelah kembali bebas, AQ kembali aktif membangun Laskar Sape Kerrab. Dedikasi dan pengalamannya bersanding dengan energi muda Arthur Irawan, menciptakan aroma persaingan yang semakin menarik di Super League musim ini.
Derby Jatim kali ini bukan sekadar laga berebut poin, tapi juga adu strategi dua pemimpin yang sama-sama punya komitmen besar pada klubnya.
(Herdi/PasundanNews.com)



















































