BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 di Kota Banjar mencapai puncaknya dengan peluncuran empat buku yang merupakan karya kolaborasi antara siswa dan guru dari dua sekolah menengah atas di kota tersebut.
Acara puncak digelar di Taman Baca Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK), Sabtu (26/7/2025), sekaligus memperingati Hari Puisi Indonesia.
Pendiri YRBK, Sofian Munawar, mengatakan peluncuran buku ini menjadi momen spesial dalam rangkaian peringatan HAN tahun ini.
“Ini boleh dibilang sebagai kado spesial Hari Anak Nasional sekaligus juga tanggal 26 Juli ini merupakan Hari Puisi Indonesia,” ujarnya.
Ia menyebutkan kegiatan ini menjadi penutup dari berbagai kegiatan sebelumnya seperti Parade Cerita Anak Indonesia (PARCAI) dan lokakarya penulisan.
Baca Juga :Tour & Travel Taza Banjar Barokah,Tawarkan Promo Umroh November 2025
Empat buku yang diluncurkan berjudul Konflik dan Integrasi seperti Ragam Solusi Alternatif Perspektif Pelajar, Dongeng Legenda Rawa Onom, Cerita Sangkuriang, dan Sakadang Singa jeung Sakadang Beurit.
Buku pertama merupakan antologi gagasan dan pemikiran siswa SMAN 1 Banjar, sementara tiga lainnya merupakan karya kreatif guru dan siswa SMAN 3 Banjar.
Wakil Wali Kota Banjar, Dr. H. Supriana, M.Pd., turut hadir dan mengapresiasi karya anak-anak Banjar dalam momen HAN ini.
“Kreativitas anak-anak perlu terus didorong agar mereka dapat memaksimalkan potensi dirinya menjadi generasi terbaik, menjadi generasi emas yang siap memenangkan persaingan global di masa depan,” ujarnya.
Menurut Supriana, pengembangan bakat anak dalam bidang literasi dan seni tidak hanya berdampak pada individu, tapi juga menjadi investasi besar bagi masa depan bangsa.
Baca Juga :Istri Ditikam Suami Pakai Gunting Usai Menegur karena Mabuk, Pelaku Buron
“Penting untuk terus mendorong anak-anak agar terus berinovasi, karena hal ini akan menjadi modal utama kemajuan bangsa di masa kini maupun di masa depan,” tambahnya.
Acara ini juga menjadi ruang apresiasi bagi anak-anak yang memiliki minat di bidang menulis dan mendongeng.
Peluncuran buku bukan hanya sekadar seremoni, tapi juga menjadi bukti bahwa anak-anak mampu menghasilkan karya yang berdampak dan bermutu tinggi.
Melalui kegiatan ini, YRBK berharap semakin banyak anak-anak yang terdorong untuk aktif menulis dan berkarya, serta menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum untuk terus memperjuangkan hak anak atas pendidikan, kreativitas, dan partisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.
(Hermanto/PasundanNews.com)



















































