Anggota Komisi IV DPR RI, Herry Dermawan (kiri) bersama Kepala BBWS Citanduy Elroy Koyari. Foto/Pepi Irawan.PasundanNews.com

BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Lumbung padi di Kabupaten Ciamis tepatnya di Kecamatan Lakbok digenangi luapan banjir.

Areal pesawahan tersebut sebelumnya memang kerap menjadi langganan banjir setiap tahunnya.

Hal ini berdampak terhadap angka produktifitas panen, padahal di tengah semangatnya Presiden Prabowo untuk menguatkan swasembada pangan, fenomena banjir di Lakbok perlu segera diatasi pemerintah daerah bersama masyarakat.

Dalam hal ini, Bupati Ciamis, Tim BBWS Citanduy, termasuk Komisi IV DPR RI yang diwakili Herry Dermawan turut tersita perhatiannya pada persoalan tersebut, sehingga menjadi salah satu tantangan untuk meningkatkan swasembada beras.

Anggota Komisi IV DPR RI, Herry Dermawan melakukan langkah koordinatif ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy yang ada di Kota Banjar, Rabu (11/6/2025).

Herry Dermawan Dorong Atasi Banjir di Lakbok Ciamis

Selain membahas penanganan daerah rendaman di Lakbok, Herry juga koordinasi secara menyeluruh perencanaan pembangunan irigasi, yang menjadi kewenangan BBWS dibawah Kementrian PU.

BBWS Citanduy memiliki strategi untuk mengatasi daerah-daerah genangan yang menganggu petani di lumbung padi Tatar Galuh tersebut.

Kepala BBWS Citanduy, Elroy Koyari mengatakan, untuk masalah di Lakbok sudah memperbaiki sistem perairannya, termasuk perbaikan pintu-pintu.

“Kita berharap nanti ada tambahan dana untuk saluran pembuang. Sehingga sawah yang tergenang bisa kita keluarkan airnya,” kata Elroy.

Menurut Roy, permasalahan utama di Lakbok karena daerahnya rendah, sehingga banyak genangan.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa teratasi, kita sudah perhitungkan, semuanya, tinggal menunggu dananya,” kata dia.

Sementara itu, Herry Dermawan mengatakan daerah Lakbok memang menjadi salah satu pertanian padi andalan Ciamis.

“Lakbok lahan potensialnya kurang lebih 5000 hektar. Kalau banjir, itu ya tergenang. Masalahnya komplek, mulai dari pintu air sampai ke pembuangan, tapi saya percaya sama teknologi BBWS. Memang membutuhkan biaya cukup besar, ini akan kami bantu dorong di Jakarta,” kata Herry.

Selain persoalan Lakbok, Herry juga telah berbincang mengenai perencanaan perairan dan sarana pertanian secara menyeluruh.

“Karena kan usulan titik irigasi nya ada di Kementan mitra Komisi kami, dan pelaksanaannya ada di Kementrian PU, di bawahnya PU itu BBWS,” katanya.

(Pepi Irawan/PasundanNews.com)