Ilustrasi Marah (Engin Akyurt/Pixabay)

Pasundannews.com – Ketika puasa cobaan pasti ada, Akan tetapi bukan ibadah namanya jika tidak di uji. Puasa sendiri sejatinya menahan lapar dan haus. Akan tetapi dua hal itu bukan satu-satunya yang utama. Kita juga di tuntut untuk menahan hawa nafsu, termasuk emosi atau rasa marah.

Walaupun emosi tidak membatalkan puasa kita, akan tetapi marah dapat mengurangi pahala ibadah kita sisi Allah SWT. Karena sejatinya puasa adalah dapat menjaga emosi.

Bagaimana mengenalikan rasa amarah kita ketika sedang berpuasa agar ibadah puasa berjalan maksimal. Ketika Anda akan emosi atau amarah muncul saat berpuasa lakukan ini.

1. Wudhu dan shalat

Berwudhu adalah cara yang ampuh untuk mengusir rasa amarah yang menghampiri. Setelah melakukan wudhu lanjutkan dengan shalat sunnah agar hati tak meledak hingga melukai diri sendiri atau orang lain.

Sesuai dengan hadits nabi yang berbunyi: “Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu”. (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784)

2. Baca ta’awudz dan Istigfar

Ketika Anda hendak marah mintalah pertolongan Allah agar terhidari dari godaan setan. Kemudian baca istigfar kemudian  redahkan emosi anda.

Dalam riwayat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang marah, kemudian membaca: A-‘udzu billah (saya berlindung kepada Allah) maka marahnya akan reda.” (Hadis shahih – silsilah As-Shahihah, no. 1376)

3. Pergi Jalan-jalan

Keluar dari tempat yang bisa membuat anda emosi dan marah adalah salah satu alternatif lain. Selain itu, Anda bisa melaukan olahraga agar dapat menenangkan saraf dan mengurangi amarah. Jalan-jalan di yakini dapat membuat anggota tubuh dan pikiran Anda terpompa dengan baik.

4. Menulis

Salah satu cara mengontrol amarah ketika emosi dengan melepaskannya melalui tulisan. Anda bisa melakukannya di dalam buku kerja Anda. Tapi jangan sampai tulisan anda malah membuat anda tambah marah kembali ya. tuangkan pikiran dan ide anda ketulisan.

Menulis sendiri adalah salah satu terapi psikologis yang dapat di lakukan secara mandiri dan mampu mengeluarkan emosi-emosi yang tersembunyi.

Tulislah yang ada dalam pikiran, perasaan, dan harapan Anda. Buatlah minimal 20 kalimat yang mengungkapkan ketiga hal tersebut.