BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu topik yang dibahas Anggota MPR/DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kota Banjar, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan ratusan peserta yang berasal dari kalangan pelaku usaha muda, komunitas kreatif, pelajar dan mahasiswa.

Forum dimanfaatkan untuk membahas peluang generasi muda dalam membangun kemandirian ekonomi melalui kreativitas, inovasi dan pemanfaatan potensi daerah.

Agun menyampaikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk kegiatan ekonomi dan kewirausahaan.

Menurutnya, semangat gotong royong yang menjadi bagian dari nilai Pancasila dapat menjadi modal sosial bagi anak muda untuk membangun usaha secara bersama-sama.

“Pemuda tidak hanya berorientasi menjadi pencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan peluang usaha melalui gagasan dan inovasi,” ujarnya.

Agun melihat Kota Banjar memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif.

Kekayaan seni, budaya dan potensi lokal dinilai dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikemas secara inovatif dan mengikuti kebutuhan pasar.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarpelaku usaha dan komunitas. Persaingan dalam dunia usaha, menurutnya, perlu diimbangi dengan kerja sama sehingga pertumbuhan ekonomi kreatif dapat membentuk ekosistem usaha yang saling mendukung.

“Semangat Bhinneka Tunggal Ika dapat diwujudkan melalui kolaborasi lintas komunitas. Perbedaan bukan menjadi penghalang untuk bersama-sama mengembangkan potensi ekonomi daerah,” tambah Agun.

Selain kreativitas, pemanfaatan teknologi digital turut menjadi perhatian dalam diskusi.

Agun mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan kemampuan digital, terutama dalam memasarkan produk melalui berbagai platform sehingga jangkauan pasar tidak hanya terbatas di wilayah Banjar.

Pengembangan produk lokal juga dinilai perlu tetap memperhatikan karakter dan identitas daerah.

Dengan strategi pemasaran yang tepat, produk kreatif berbasis potensi lokal berpeluang diperkenalkan kepada konsumen di berbagai daerah hingga pasar yang lebih luas.

Sementara itu, sesi dialog berlangsung dengan membahas sejumlah persoalan yang dihadapi generasi muda dalam merintis usaha.

Peserta menyampaikan pertanyaan terkait permodalan, pengembangan produk dan strategi pemasaran digital.

Pada akhir kegiatan, Agun mengajak pemuda Banjar terus meningkatkan kreativitas sekaligus menjaga integritas dalam menjalankan usaha.

“Nilai kebangsaan dapat menjadi bagian dari proses membangun usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi generasi muda,” pungkasnya.

(Herdi/PasundanNews.com)