BERITA CIAMIS, PASUNDANNEWS.COM – Kabupaten Ciamis kembali menunjukkan dominasinya dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) tingkat Provinsi Jawa Barat.

Pada penyelenggaraan kedelapan tahun 2026 di Kabupaten Cianjur, kontingen Ciamis berhasil keluar sebagai juara umum.

Keberhasilan tersebut sekaligus melengkapi tiga gelar juara umum yang pernah diraih Ciamis sepanjang keikutsertaannya dalam kompetisi olahraga dan seni antarsantri diniyah di Jawa Barat.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar penyambutan kontingen sekaligus serah terima piala juara umum di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Jumat (30/10/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, mengapresiasi perjuangan para santri, pelatih, dan seluruh pihak yang berkontribusi terhadap keberhasilan tersebut.

Menurutnya, prestasi itu mencerminkan kualitas pembinaan pendidikan diniyah yang tidak hanya menitikberatkan pada pemahaman agama, tetapi juga pengembangan kemampuan olahraga dan seni.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya.

Prestasi ini semakin istimewa karena menjadi hattrick atau tiga kali juara umum sepanjang sejarah keikutsertaan Ciamis di Porsadin tingkat Jawa Barat,” ujar Andang.

Ia menilai keberhasilan kontingen Ciamis tidak terlepas dari proses latihan yang konsisten, kedisiplinan peserta, serta dukungan para guru, orang tua, dan lembaga pendidikan keagamaan.

Andang berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi para santri untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mempertahankan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pemerintah daerah membuka peluang untuk mendukung penyelenggaraan Porsadin tingkat Jawa Barat apabila Kabupaten Ciamis dipercaya menjadi tuan rumah pada masa mendatang.

Aspirasi tersebut, kata Andang, akan disampaikan kepada Bupati Ciamis Herdiat Sunarya sebagai bahan pertimbangan pemerintah daerah.

Baca Juga :Nugraha Rahayu Nahkodai Pokmas Kertasari, Siap Kawal Pembangunan Berbasis Kebutuhan Warga

Sementara itu, Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Ciamis, Abdul Wahab Syahroni, menyebut keberhasilan tahun ini merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang pembinaan santri diniyah di Tatar Galuh.

Ia menjelaskan, gelar juara umum pertama diraih Ciamis pada Porsadin I tahun 2010 di Sumedang. Prestasi serupa kembali dicatatkan pada Porsadin IV tahun 2018 yang berlangsung di Cianjur.

Pada penyelenggaraan 2018, sejumlah peserta asal Ciamis bahkan berhasil melanjutkan perjuangan ke kompetisi tingkat nasional di Pasuruan, Jawa Timur.

Dengan tambahan gelar pada 2026, Ciamis kini telah tiga kali menempati posisi tertinggi dalam ajang Porsadin Jawa Barat.

Meski demikian, Abdul Wahab mengingatkan seluruh peserta dan pembimbing agar tidak terlena dengan keberhasilan yang telah dicapai.

“Ini bukan akhir dari segalanya, tetapi momentum untuk meningkatkan kerja keras, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Mempertahankan prestasi tentu membutuhkan perjuangan yang jauh lebih besar,” katanya.

Abdul Wahab juga mengungkapkan adanya harapan dari jajaran FKDT se-Jawa Barat agar Kabupaten Ciamis menjadi lokasi penyelenggaraan Porsadin tingkat provinsi pada 2028.

Menurutnya, keberadaan sejumlah fasilitas olahraga, termasuk stadion atletik, dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pengajuan Ciamis sebagai tuan rumah.

Kontingen Kabupaten Ciamis Raih Empat Emas

Ketua Kafilah FKDT Kabupaten Ciamis, Anwar Baihaqi, melaporkan bahwa sebanyak 28 peserta diterjunkan dalam Porsadin VIII Jawa Barat 2026 untuk mengikuti 14 mata lomba.

Keikutsertaan mereka didampingi 12 ofisial, 14 pembimbing, dan 18 panitia yang membantu persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

Dari seluruh cabang yang diikuti, kontingen Ciamis berhasil mengumpulkan empat penghargaan emas, dua perak, tiga perunggu, serta sembilan penghargaan kategori harapan.
Anwar menyampaikan bahwa sebanyak 15 dari 28 peserta berhasil membawa pulang penghargaan dari ajang tersebut.

Capaian itu menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan bakat dan kemampuan santri madrasah diniyah di Kabupaten Ciamis.

Sebagai penghargaan atas perjuangan para peserta, Pemerintah Kabupaten Ciamis juga merencanakan pemberian bonus khusus kepada para peraih juara.

Keberhasilan mempertahankan tradisi juara tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan olahraga dan seni di lingkungan pendidikan diniyah, sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi santri Ciamis untuk berprestasi pada kompetisi tingkat nasional. (Pepi Irawan/PasundanNews.com)