BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Banjar melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) data keluarga di UPT KB Kecamatan Purwaharja.

DPPKB terus mendorong peningkatan kualitas data keluarga sebagai bagian penting dalam mendukung perencanaan dan pelaksanaan berbagai program pembangunan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan data keluarga yang tersedia dapat menggambarkan kondisi masyarakat secara lebih akurat dan terkini.

Kepala DPPKB Kota Banjar, Budi Hendrawan mengatakan, kualitas data menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan ketepatan sasaran program kependudukan dan keluarga berencana.

Karena itu, proses pemutakhiran dan verifikasi data perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga :Diduga Korsleting Listrik, Sebuah Rumah di Rejasari Kota Bajar Terbakar

“Data keluarga ini menjadi dasar dalam menentukan berbagai kebijakan dan program. Karena itu, kami ingin memastikan data yang tersedia benar-benar valid, akurat, dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, monitoring dan evaluasi tidak hanya dilakukan untuk melihat kelengkapan data, tetapi juga memastikan adanya kesesuaian antara data yang tercatat dengan kondisi keluarga sebenarnya.

Proses verifikasi di tingkat kecamatan menjadi bagian penting sebelum data digunakan dalam perencanaan program.

Keterlibatan petugas di lapangan dan UPT KB sangat diperlukan untuk menjaga kualitas data. Setiap perubahan kondisi keluarga perlu diperbarui sehingga informasi yang tersimpan tidak tertinggal dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami melakukan verifikasi dan evaluasi secara berkala di empat kecamatan yaitu kecamatan Purwaharja, Banjar, Pataruman, dan Langensari. Kalau ada perubahan data keluarga, tentunya harus segera diperbarui. Harapannya, data yang kita miliki semakin berkualitas dan bisa menjadi rujukan yang tepat dalam pelaksanaan program,” ujarnya.

Ia berharap penguatan monitoring dan evaluasi data keluarga di tingkat kecamatan dapat meningkatkan akurasi basis data kependudukan dan keluarga.

“Dengan data yang lebih valid, pemerintah diharapkan dapat menyusun program secara lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat di setiap wilayah” pungkasnya (Hermanto/PasundanNews.com)