Bacalon Wali Kota Banjar dari PDI Perjuangan, H. Nana Suryana saat dialog interaktif bersama awak media di sekretariat Jurnalis Kota Banjar, Minggu (21/7/2024). Foto/Hermanto.PasundanNews.com

BERITA BANJAR, PASUNDANNEWS.COM – Jurnalis Kota Banjar (JKB) menggelar dialog interaktif untuk menggali visi dan misi bakal calon (bacalon) pemimpin Kota Banjar, Minggu (21/7/2024).

Acara ini berlangsung di kantor sekretariat JKB, Jalan Mayjen Didi Kartasasmita, dengan dukungan dari PT Anugerah Sejahtera Alam Sangkuriang (ASAS).

Dialog interaktif ini menghadirkan H. Nana Suryana, bacalon Wali Kota Banjar dari PDI Perjuangan.

Acara dibawakan oleh Aditya Tri Wahyudi dari tvOne, membahas berbagai isu ke depan seperti pariwisata, sosial, budaya, dan ekonomi.

Nana Suryana menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja sebagai prioritas utama dalam visinya.

“Kemiskinan di Banjar sangat berkaitan dengan tingginya angka pengangguran,” ujarnya.

Ia menyebutkan pada tahun 2023 tercatat ada 11.300 warga Banjar yang menganggur dan menekankan perlunya fokus pada penciptaan lapangan kerja.

Dalam sektor pariwisata, Nana Suryana berencana menciptakan lebih banyak event di Kota Banjar untuk menarik wisatawan.

“Dengan kalender event, ekonomi lokal seperti hotel dan UMKM akan terdongkrak karena kedatangan pengunjung dari luar kota,” kata Nana.

Selain itu, Nana menyoroti pentingnya memperkuat UMKM lokal agar produk mereka menarik dan mengikuti perkembangan zaman dengan teknologi digital.

Nana juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap perempuan di Kota Banjar, mengingat masih banyak kasus kekerasan yang tidak dilaporkan.

“Kita perlu melihat aspek positif dan negatif dari kesetaraan gender. Banyak perempuan berkontribusi sebagai pekerja di dinas-dinas, namun perlindungan hukum masih perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Dalam menghadapi ketidakstabilan geopolitik internasional, Nana berencana meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menata ulang birokrasi dan optimalisasi sumber daya di Kota Banjar.

“Ketika tata kelola dan birokrasi berjalan sesuai aturan serta sumber daya dimaksimalkan, PAD pasti akan meningkat,” ungkap Nana.

Nana juga menyoroti pentingnya solusi pengganti untuk lahan sawah yang dikonversi menjadi bangunan di wilayah desa Batulawang.

“Padi merupakan kebutuhan pokok masyarakat, dan kita perlu solusi untuk lahan sawah yang hilang,” tegasnya.

Acara dialog interaktif ini akan terus berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan narasumber para Bakal Calon pemimpin Kota Banjar lainnya.

(Hermanto/PasundanNews.com)