Beranda Ciamis Modal Keberanian, Pemuda Ciamis Ini Berhasil Merintis Usaha Budidaya Ikan Air Tawar

Modal Keberanian, Pemuda Ciamis Ini Berhasil Merintis Usaha Budidaya Ikan Air Tawar

foto: Hendry

PASUNDANNEWS.COM, CIAMIS – Merintis dan menekuni sebuah usaha merupakan kesuksesan yang sedang menanti, apalagi didukung oleh potensi wilayah, serta kemauan dan keberanian yang kuat untuk merubah pola hidup. Demikian diungkapkan Aan Andri (35), pemuda asal Desa Saguling Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis.

Aan yang saat ini menekuni usahanya lewat budidaya ikan air tawar yang cukup membuat dirinya semangat untuk terus memajukan usahanya, hal ini disampaikannya saat ditemui kontributor pasundannews dilokasi kolam budidanya ikan miliknya di Dusun Desa RT/RW 05/01 Desa Saguling Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis, Rabu (23/10/2019).

Aan mengaku, dirinya termotifasi ketika pulang kampung usai merantau bekerja di sebuah bengkel diluar kota pada tahun 2012. Dari sinilah ia terinpirasi dan modal nekat untuk mulai usaha mandiri budidaya ikan dikampung halamannya. Pasalnya di wilayahnya sangat potensial dan sangat cocok untuk budidaya ikan air tawar jenis apa saja.

Tahun 2012, Pemuda jebolan STM YPS Ciamis ini, merintis usahanya dengan awal membuka cuman tiga kolam ikan, itu pun milik orangtuanya yang di kelola dan di manfaatkan olehnya.

“Awalnya saya sangat ragu sekali, apa lagi piara ikan butuh ketekunan dan keuletan. Lebih terbayang lagi soal modal usah?, ya saya yakin apa yang kita buat untuk menyenangkan diri dan orang lain, pasti selalu ada jalan keluar, asalkan jangan berpikir modal usaha menjadi hambatan untuk kita berusaha.” tutur Aan

Dengan semangat dan keberanian, pemuda kelahiran 5 Agustus 1984 ini ‘menyulap’ tiga kolam tersebut sebagai landasan usaha dan hingga kini berkembang menjadi 10 kolam dengan kapasitas ribuan ekor ikan per kolam.
Jenis ikan yang saat ini dibudidayakan, yakni ikan nila, ikan gurame dan ikan lele.

Aan juga mengaku kalau soal pemasaran untuk awal-awal hanya sebatas dibeli oleh warga sekitar untuk konsumsi. Namun, sekarang sudah mulai dipasarkan ke luar daerah melalui media sosial (sosmed).

“Kalau soal pemasaran atau penjualan, waktu dulu di awal-awal dijual kepada tetangga kerabat dan warga sekitar saja untuk dikonsumsi. Tapi, Alhamdulillah sekarang sudah mulai dijual ke luar daerah, memanfaatkan medsos, sehingga orang lain tahu dan ada yang pesan” ungkapnya Aan.

Aan berharap kolam ikan miliknya bukan hanya pada budidaya ikan saja melainkan bisa terus dikembangkan suatu saat bisa dijadikan tempat wisata buatan lokal yang menarik banyak orang. Sehingga dirinya sampai saat ini terus bekerja keras untuk memberi manfaat bagi orang banyak.

“Rencana saya kedepannya, usaha ini bisa terus berkembang, dan bisa juga di jadikan tempat wisata lokal desa yang menarik dan memberi manfaat banyak orang,” pungkasnya
(Hen)