Beranda Cianjur Cintai Lingkungan, SMKN 1 Pacet Canangkan Zero Rubbish

Cintai Lingkungan, SMKN 1 Pacet Canangkan Zero Rubbish

foto: farhan

PASUNDANNEWS.COM, CIANJUR – Demi mewujudkan sekolah sehat, SMKN 1 Pacet terus gencar menerapkan prinsip sekolah tanpa sampah (zero rubbish) dan menghijaukan sekolah dengan dibuatnya vertical garden. Hal itu dilakukannya sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mendidik siswa lebih mencintai lingkungan.

Kepala SMKN 1 Pacet Ida Yuniati Surtika menuturkan, ini tidak lepas dari kesadaran pihak sekolah, siswa, dan masyarakat sekitar yang ikut bersama-sama menjaga lingkungan. Salah satunya dengan mengimplementasikan program tiap hari bebas sampah, dengan program ‘Zero Rubbish’.

“Hal ini merupakan wujud nyata penerapan pendidikan karakter kepada siswa. Jadi, setiap anak diwajibkan membuang sisa/bekas makanan dan tempat minum ke tempat sampah yang disediakan. Sehingga terciptanya sekolah ramah lingkungan,” ujarnya di SMKN 1 Pacet Cianjur, Kamis (24/10/2019).

Saat ini pun selain siswa yang berperan aktif agar lingkungan sekolah bersih, para tenaga pengajar hingga dirinya pun sebagai kepala sekolah ikut aktif dalam pengelolaan sampah.

“Ada beberapa macam kelompok kerja, misalnya bank sampah dan komposter (pengomposan). Tugas kelompok bank sampah seperti mengelola, menimbang dan mendaur ulang sampah organik dan non organik,” paparnya.

Menurut Ida, untuk sampah organik nantinya bisa dijadikan bahan baku untuk pembuatan pupuk. Nantinya pupuk tersebut bisa digunakan untuk menanaman aneka jenis tanaman.

“SMKN 1 Pacet ini menerapkan sekolah hijau, setiap lingkungannya dilengkapi aneka jenis tanaman, baik sayur mayur, tanaman hias, dan aneka jenis tanaman lainnya. Jadi pupuk tersebut kami manfaatkan untuk tumbuh kembang tanaman,” terangnya.

Untuk sampah non organik seperti plastik kemasan makanan lanjut Ida, didaur ulang menjadi beberapa kerajinan hingga media untuk menanam aneka jenis tanaman. Jadi semua area SMKN 1 Pacet seluas 4, 2 hektar bisa dimanfaatkan untuk penghijauan, dan juga memiliki nilai ekonomis.

“Kami pun membuat vertical garden di setiap sudut ruangan, dan lingkungan sekolah. Taman tersebut dibuat atas kreativitas siswa didampingi guru, diharapkan upaya ini bisa diimplementasikan selepas siswa di rumahnya dan setelah lulus sekolah,” pungkasnya. (fhn)