Beranda Bandung Raya Jaga Kondusifitas Pasca Pemilu, Bandung Millenial Working Gelar Deklarasi Damai

Jaga Kondusifitas Pasca Pemilu, Bandung Millenial Working Gelar Deklarasi Damai

0

PASUNDANNEWS.COM, BANDUNG– Pasca pemilu pada 17 April 2019 lalu, Bandung Millenial Working (BMW) menggelar deklarasi damai, Kamis, (25/04) di Kedai Bang Hen Jalan Padasuka, Bandung.

Ketua BMW, Ronny S Rahman mengatakan kegiatan tersebut didasari keresahan millenial terhadap kegaduhan dikalangan elit politik yang masih berlanjut.

“Jika hal ini dirawat, tentunya akan meretakkan keutuhan NKRI. Pasalnya distrust yang dibangun oleh sebagian kalangan sangat santer dan berpotensi membuat efek domino dan mengancam perpecahan diantara anak bangsa,” jelasnya.

Ronny menilai, BMW yang merupakan representatif suara millenial siap menjadi garda tedepan dalam mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berikut poin- poin deklarasi:
1.Tetap menjaga dan merawat nilai-nilai persatuan dan Kesatuan bangsa demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Tetap merawat ukhuwah dan silaturahmi sesama warga negara.
3. Bersama sama menjaga situasi kondusif.
4. Kepada semua pihak (baik kontestan maupun pendukung) untuk menahan diri bersabar menunggu perhitungan manual dan pengumuman resmi dari KPU RI.
5. Tidak melakukan tindakan tindakan melanggar hukum.
6. Tidak melakukan aksi-aksi opini yang provokatif dan kontraproduktif.
7. Tidak menyebarkan berita bohong (hoax), ujaran kebencian (hate speech) dan saling fitnah.
8. Menyerukan semangat kebhinekaan.

Lanjut Ronny, poin- poin deklarasi merupakan kepeduliannya terhadap kota Bandung. “Mudah- mudahan semangatnya sampai ke tingkat nasional, karena kita harus kembali pada identitas millenial yakni produktifitas dan Inovasi,” ujarnya.

Diakui Ronny, dirinya sangat mengapresiasi terhadap kinerja KPU RI, BAWASLU RI DAN TNI POLRI yang telah melaksanakan tugasnya untuk melancarkan hajat lima tahunan tersebut.

Selain itu, BMW juga mengamati statment-statment elite politik yang menghimbau people power kepada KPU.

“Menurut saya, itu merupakan himbauan yang agak berlebihan, pasalnya ini akan membuat kegaduhan yang akan pecah diantara anak bangsa, maka people power tidak layak untuk digunakan,” sambungnya.

Dirinya bersama ratusan millenial dalam BMW mengajak semua kalangan untuk kembali mempererat tali persaudaraan dalam bingkai pancasila. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here